Penelitian Kemasyarakatan yang Objektif dan Reliabel, Upaya PK dalam Re-Integrasi WPB ke Masyarakat




Sistem Pemasyarakatan adalah suatu tatanan mengenai arah dan batas serta cara pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berdasarkan Pancasila yang dilaksanakan secara terpadu antara pembina, yang dibina dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas Warga Binaan Pemasyarakatan agar menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan, dan dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab. hal itulah yang tertuang dalam Pasal 1 Ayat (2) UU Pemasyarakatan 1995. 

Undang-undang Pemasyarakatan (UU PAS) ini memberikan arahan tentang beberapa point diantaranya; bahwa terkait pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) ada tiga aspek yang mempunyai peran penting, Petugas Pemasyarakatan termasuk di dalamnya Pembimbing Kemasyarakatan (PK) sebagai pembina, Narapidana sebagai yang dibina dan Masyarakat sebagai tempat dimana WBP yang akan bebas nantinya akan melangsungkan kehidupannya sebagai pribadi baru yang baik dan bertanggung jawab.

Seluruh elemen dalam pemasyarakatan secara optimal berusaha memberikan kinerja yang terbaik guna mewujudkan amanat UU PAS, tidak terkecuali Pembimbing Kemasyarakatan (PK). Peran PK mempunyai posisi penting dalam mewujudkan tujuan proses re-Integrasi Sosial WPB ke dalam masyarakat. 

Salah satu peran PK dalam hal ini adalah melakukan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) untuk menggali data penting terkait kesiapan masyarakat dalam menerima kembali Warganya. Salah satu bentuk koordinasi yang dilakukan petugas PK adalah berkoordinasi dengan aparat Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama. Hal itu seperti yang dilakukan oleh Petugas PK Bapas Kelas II Watampone di Desa Lompulle Kabupaten Soppeng (14/02/2019), Petugas PK melakukan Koordinasi terkait usulan Pembebasan Bersayarat (PB) warga Desa Lompulle yang sedang menjalani hukumannya di Lapas Kelas IIA Watampone. 
"Saya berterimkasih dan bersedia menerima kembali warga saya tersebut, serta akan ikut serta membantu mengawasi dan mebimbing selama menjalani masa percobaan dalam program PB yang akan dijalaninya nanti." ungkap Andi Amri, Kepala Desa Lompulle yang ditemui di Kantornya.

Pada kesempatan yang lain petugas PK Bapas Kelas II Watampone juga menemui Kepala Desa Maccile di Kabupaten Soppeng, Suherman (15/02/2019), hal ini juga terkait Cuti Bersyarat (CB) yang akan dijalani warganya yang sedang menjalani pidanya di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Enrekang, senada dengan Andi Amri, Suherman juga mendukung sepenuhnya Program CB yang dilaksanakan oleh Kementerian Hukum dan HAM sebagai upaya membimbing orang yang tersesat ke jalan yang lebih baik serta menjadi masyarakat yang berguna bagi nusa dan bangsa kelak. (Afu-Red)
Share:

No comments:

Post a Comment

Link Terkait

Instagram

Bapas Watampone YouTube



Instagram

Blog Archive

narator

Maps

Recent Posts