Bank Syariah Mandiri Watampone Sosialisasi Produk Perbankan di Bapas Watampone




Watampone, 21 Maret 2019

Bertempat di Aula Balai Pemasyarakatan Kelas II Watampone diadakan acara sosialisasi Produk-Produk Bank Syariah Mandiri, acara tersebut dihadiri oleh sebagian besar Pegawai Balai Pemasyarakatan Kelas II Watampone, mengawali acara sosialisasi Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas II Watampone Andy Gunawan memberikan kata sambutan yang pertama sekali beliau mengucapkan terima kasih atas kedatangan pegawai dari Bank Syari’ah Mandiri Cabang Watampone dan beliau sangat mengapresiasi atas niat baik bari Bank Syariah Mandiri untuk mensosialisakan produk-produknya.

Adapun beberapa produk-produk BSM yang disampaikan diantaranya Produk Simpanan, pembiayaan, Produk Gadai Emas, Produk Talangan Haji yang kesemuanya produk tersebut sesuai dengan konsep syariah sehingga terhindar dari yang namanya “Riba”.

Pelaksanaan sosialisasi tersebut mendapatkan respon yang positif dari peserta pertemuan dengan ditandai dengan banyak dan beragamnya pertanyaan yang disampaikan untuk mengetahui lebih jauhnya lagi mengenai produk BSM tersebut.
Share:

PK Bapas Watampone Tekankan Pentingnya Diversi bagi ABH

Watansoppeng, Melaksanakan amanat Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak, Pembimbing Kemasyarakatan dari Balai Pemasyarakatan Kelas II Watampone Andi Sri Wahyuni melakukan pendampingan dan penggalian data klien anak yang berhadapan dengan hukum, JL di Kepolisian Sektor Donri-Donri Kabupaten Watansoppeng. (13/03)
Anak pelaku yang berhadapan dengan hukum tersebut terlibat atas kasus pencurian pasal 362 KUHP dengan ancaman pidana 5 tahun penjara.

Pembimbing Kemasyarakatan dari Bapas Watampone dalam menyusun Laporan Penelitian Kemasyarakatan untuk Pelaksanaan Diversi, Pembimbing Kemasyarakatan mengumpulkan informasi dari berbagai pihak seperti anak pelaku, orang tua anak pelaku, tokoh masyarakat dan pemerintah setempat hingga mendatangi pihak korban.

Kegiatan ini dimaksudkan agar Pembimbing Kemasyarakatan bisa mendapatkan data yang objektif dan akurat yang dapat digunakan oleh penegak hukum untuk memberikan prinsip keadilan restoratif bagi anak dengan mengutamakan kepentingan yang terbaik untuk anak.

"Rekomendasi yang kami sampaikan agar dapat dilakukan diversi dengan pertimbangan agar bisa anak tersebut bisa kembali ke orang tuanya, dipekerjakan di POLSEK Donri-Donri untuk dapat diawasi dan diharapkan anak tersebut bisa belajar dari kesalahannya" ujar A. Sri Wahyuni yang dihubungi via Whatsapp.
Share:

Mendampingi Sidang Anak, PK: Semua demi kepentingan yang terbaik bagi Anak!



Watampone, Pelaksanaan Sidang Tahap I terhadap Anak yang Berhadapan dengan Hukum, WY dengan kasus Pencurian kendaraan bermotor digelar di Pengadilan Negeri Watampone. Pembimbing Kemasyarakatan beserta Asisten pembimbing Kemasyarakatan dari Balai pemasyarakatan kelas II Watampone turut melakukan pendampingan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum tersebut. (25/02).

Dalam persidangan terhadap terhadap anak yang melakukan tindak pidana, keberadaan Balai Permasyarakatan (Bapas) yang salah satu fungsinya adalah membuat laporan Penelitian Kemasyarakatan (Limnas) terhadap Terdakwa Anak. Sebab dengan Litmas tersebut, Hakim akan memperoleh gambaran yang jelas tentang keadaan yang sebenarnya mengenai latar belakang anak yang melakukan tindak pidana dan sebab-sebab dilakukannya tindak pidana tersebut

Pelaksanaan sidang dipimpin oleh hakim anak, Dr. Nur Kautsar. SH.,MH. didampingi oleh panitera pengganti H. Tasrim SH. Proses persidangan terhadap ABH tersebut dihadiri oleh beberapa pihak antara lain Alias SE, Amir S. SH, dan Kariady dari Bapas Watampone. Jaksa Penuntut Umum Sulwahidah SH., Pengacara Anak Pelaku, Suradi SH. serta dari Pihak Peksos, Ramlah Akib, S. Psi.
Agenda pada sidang pertama adalah pembacaan dakwaan, pemeriksaan saksi dan pemeriksaan korban. Dalam kesempaatan ini Pembimbing Kemasayarakatan dari Bapas Watampone memberikan rekomendasi terhadap anak pelaku berupa pidana pengawasan dengan pertimbangan agar anak tersebut tetap dapat mengikuti pendidikannya yang sedang berjalan sebagai pelajar.
  
Selanjunya persidangan pada tanggal 26 Februari 2019 mengagendakan pembacaan tuntutan oleh JPU dan dilanjutkan dengan pembacaan putusan vonis dari hakim. WY kemudian divonis dengan pidana kurungan selama 1 bulan 20 hari dan klien tersebut akan menjalani masa pidananya di Lapas kelas II A Watampone. "WY ini sekarang sudah duduk di SMA kelas III tidak lama lagi dia akan mengikuti ujian nasional, dia masih punya kesempatan untuk belajar dari peristiwa ini, apalagi masa depan anak ini masih panjang. Ini semua demi kepentingan yang terbaik bagi anak." terang H. Alias yang ditemui setelah sidang.

Share:

Link Terkait

Instagram

Bapas Watampone YouTube



Instagram

narator

Maps

Recent Posts