Turut Hadir Ditengah diskusi mahasiswa Via Zoom, Kakanwil Kemenkumham sulsel beri pencerahan soal asimilasi narapidana


DPP Serikat Mahasiswa Penggiat Konstitusi dan Hukum Sulawesi Selatan gelar Sharing Session melalui Via Zoom Meeting bertemakan Asimilasi dan  Reintegrasi Narapidana Sebagai Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 Di Area lapas dan Rutan sore tadi pukul 16.00 Wita. Rabu, 29 April 2020.
Acara tersebut awalnya dihadiri oleh 3 (tiga) narasumber yakni Fachrurrozy Akmal S.H selaku Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Pertama Bapas II Watampone, yang juga merupakan dewan pendiri simposium. Kurniawan, S.H,M.H Selaku akademisi yang juga hadir dan Syamsumarlin S.H selaku Kadiv Advokasi Bantuan Hukum PBHI Sulsel dan dihadiri puluhan peserta dari berbagai kalangan dan aktifis kemahasiswaan.
Dalam diskusi fachrurrozy akmal selaku PK Bapas mengatakan “persoalan pembebasan narapidana adalah murni alasan kemanusiaan ditengah pandemik. Pembebasan ini dilaksanakan demi mencegah penularan covid-19 di area lapas dan rutan.  Adapun jika menganggap hal ini adalah ancaman keamanan dengan isu peningkatan residivis sebenarnya terlalu dini, untuk mengetahui peningkatan residivis membutuhkan waktu 2 hingga 5 tahun kedepan. Sementara data terakhir dari pihak kepolisian menyebutkan dari 38 ribu narapidana, yang melakukan pengulangan hanya 39 orang. Jauh dari persepsi melonjaknya angka residivis” tegas fachrurrozy

Sharing tersebut berlangsung kurang lebih 2 jam lamanya, namun ditengah-tengah giat tersebut tiba-tiba hadir sosok Kakanwil Sulsel Drs. Priyadi, Bc.IP.,M.Si selaku Kepala Kantor Kemenkumham Sulsel. Karena acara tersebut bertemakan soal asimilasi narapidana, ternyata ditengah diskusi turut hadir kakanwil Sulawesi selatan. maka Muh.Safali selaku moderator meminta kepada bapak Priyadi untuk memberikan sepatah kata dan closing Statemen pada giat tersebut. Dalam diskusi yang awalnya menghadirkan 3 narasumber akhirnya berubah dengan turut hadirnya sosok kakanwil sulsel. Kehadiran kakanwil sulsel ditengah diskusi justru membuat suasana menjadi lebih hidup. 
Adapun yang disampaikan oleh Kakanwil Kemenkumham Sulsel yakni “bahwa Program Asimilasi dan Reintegrasi Narapidana harus menjadi perhatian bagi masyarakat, mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan  lainnya  untuk ikut serta melakukan pengawasan pada pelaksanaan program tersebut.
Selain itu Kakanwil pun mengapresiasi kegiatan tersebut, ia menambahkan “saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena masih menunjukkan kepedulian kita terhadap proses pelaksaan Program Asimilasi dan Reintegrasi bagi Narapidana, ruang ruang publik ini harus tetap ada, kerana menunjukkan adanya keterbukaan dan salah satu upaya untuk memberikan pemahaman dan mengedukasi masyarakat agar tidak salah paham terhadap narapidana yang mendapatkan asimilasi dan reintegrasi yang juga seperti apa bentuk pembinaan dan pengawasannya.
Share:

No comments:

Post a Comment

Link Terkait

Instagram

Bapas Watampone YouTube



Instagram

narator

Maps

Recent Posts