Melanggar, Klien Bapas dengan status Cuti Bersyarat akhirnya dikembalikan di Lapas.


Petugas Balai pemasyarakatan kelas II Watampone kembali berurusan dengan klien yang melakukan pelanggaran pembimbingan (28/05/2020). Kali ini adalah AK, klien yang awalnya mendapatkan keringanan dengan fasilitas “asimilasi rumah” harus kembali merasakan hidup dibalik jeruji besi lapas watampone. Ditemui oleh tim  humas, Karyadi selaku APK Bapas Watampone yang menangani klien AK memberikan keterangan terkait status klien yang melakukan tindak pidana.
“AK awalnya berstatus sebagai Klien asimilasi yang berada dibawah bimbingan kami. Setelah menjalani asimilasi dalam kurun waktu tertentu, klien akhirnya diberikan cuti bersyarat (CB). Jadi statusnya dari asimilasi ke CB. Klien yang sekarang tertangkap berstatus sebagai klien CB. Jadi yang kita cabut adalah hak Cuti bersyaratnya, bukan asimilasinya karena asimilasi klien sudah berakhir” tutur karyadi saat ditemui oleh tim humas.
Sebelumnya, AK merupakan salah satu dari puluhan narapidana kasus umum di lapas watampone yang mendapatkan program asimilasi rumah berdasarkan permenkumham No 10 Tahun 2020. AK diketahui mendapatkan asimilasi pertanggal 15 April 2020 dan berakhir 04 mei 2020 berdasarkan data dari buku register asimilasi bapas watampone. Kemudian pada tanggal 05 Mei 2020 berdasarkan lampiran keputusan Menteri Hukum dan Ham nomor PAS-566.PK.01.04.06 Tahun 2020 klien mendapatkan cuti bersyarat (CB) yang dalam kaidah hukum mengubah statusnya dari klien asimilasi menjadi klien cuti bersyarat (CB).
Dikutip dari tribunnews.com (19/05/2020) Kapolsek Tanete  Riattang, Kompol Andi Bashar yang memberikan keterangan terkait kasus ini mengatakan, pelaku baru bebas dari lapas sekitar dua minggu lalu.
"Pelaku baru dua minggu bebas dari Lapas melalui program asimilasi, dan kembali melakukan aksi pencurian di  Hotel Rio Rita, kel Manurunge Kec Tanete Riattang. Pelaku masuk ke hotel dan mengambil handphone dalam keadaan tercas di atas meja resepsionis.Setelah mengambil barang curiannya, pelaku kemudian meninggalkan hotel. Ia kemudian menjual handphone curian kepada seorang penadah” Tutur Andi Bashar.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, AK akhirnya harus kembali mendapatkan pembinaan di lapas kelas II Watampone


Share:

Pantau pegawai setelah hari raya, Bapas Watampone laksanakan Apel Virtual



Bapas kelas II Watampone melaksanakan apel virtual via zoom dalam rangka Menindaklanjuti arahan Sekretaris Jenderal dan tindaklanjut Edaran Menteri PAN & RB terkait Larangan Mudik bagi ASN K/L dan SKB 3 Menteri terkait Perubahan Cuti Bersama Tahun 2020, serta dalam rangka Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H dilingkungan Kemenkumham. Hal ini dilaksanakan demi tertibnya administrasi kepegawaian di lingkungan Bapas Watampone (26/05/2020) Kegiatan ini juga dihadiri oleh seluruh pegawai, baik yang melaksanakan kerja melalui rumah (WFH) Maupun yang sedang piket dikantor (WFO). Dalam apel tersebut Kabapas Watampone Andy Gunawan memberikan arahan kepada pegawainya terkait pelaksanaan tugas selama masa pandemik dan pasca lebaran.

" Terimakasih untuk teman-teman yang sudah hadir. Sebelumnya, minal Aidin walfaidzin maaf lahir dan batin untuk kita semua. Sesuai arahan sekjen kita mengadakan apel virtual. Hal ini juga untuk memantau kegiatan teman-teman yang saat ini berada dirumah dan akan dijadikan bahan laporan ke pimpinan kita" tegas Kabapas saat memberikan araha via zoom

Halal  bihalal bersama menteri hukum dan ham juga dilaksanakan via zoom dalam acara tersebut, Sektetaris Jenderal Kemenkumham, Bambang Rantam Sariwanto, mengatakan pelaksanaan apel pagi secara virtual juga diharapkan sebagai langkah dalam mengontrol ASN agar tidak melaksanakan mudik selama pandemi Covid-19. "Apel pagi ini perlu diselenggarakan dalam rangka pengawasan terhadap larangan mudik," ujar Bambang dalam sambutannya.

Selain itu, Bambang juga mengingatkan pada pimpinan di tiap tingkatan agar selalu melakukan pengawasan kepada jajarannya untuk tidak melakukan mudik demi mencegah penyebaran Covid-19. "Lakukan pengawasan dan mengetahui keberadaan jajaran dibawahnya untuk tetap berada di rumah masing-masing, tidak mudik ke kampung halaman," kata Bambang.
Share:

Wawancara bersama tim Pokja Bapas Bone, TPI : koordinasi dan keterbukaan informasi berjalan baik


Balai pemasyarakatan kelas II Watampone menjadi salah satu satker yang diusulkan oleh kanwil kemenkumham Sulsel dalam rangka pembangunan zona integritas menuju WBK/WBBM. Salah satu Tahapan menuju pembangunan zona integritas ditandai dengan pengujian terhadap tim Pokja ZI Bapas Watampone. Selasa, (19/05/2020). Dalam pengujian tersebut tim penilai internal (TPI) Melaksanakan wawancara via teleconfrence bersama seluruh perangkat kerja ZI WBK WBBM bapas Watampone.

"Kami sudah diwawancarai oleh TPI, Bersama inspektur wilayah. Alhamdulillah kesan pertama bagi penilai ia mengapresiasi keterbukaan informasi publik yg dilaksanakan Bapas Watampone, ia melihat web kita dan mengapresiasi" tutur Suti, kord tim Pokja bidang sekretariatan.

Dalam pelaksanaannya, Bapas kelas II Watampone juga turut melaksanakan pengawasan dan koordinasi bersama aparat penegak hukum dalam rangka melaksanakan Tusi pemasyarakatan.

"Dalam wawancara juga TPI sempat menyinggung tentang koordinasi kita dengan aparat penegak hukum khsususnya pengawasan di tengah covid 19. Intinya semuanya baik, namun harus terus ditingkatkan" tutur Gafur sekretaris tim Pokja.

Terakhir, TPI Meminta kepada segenap tim Pokja untuk meningkatkan adminiatrasi dalam rangka  persiapan pemeriksaan  dengan tim dari menpanRB.
Share:

Bapas Watampone siapkan diri menuju WBK


Beberapa waktu yang lalu Bapas kelas II Watampone turut menjadi satker yang diusulkan oleh kanwil kementerian hukum dan ham untuk mengikuti pengusulan satker berpredikat WBK. Dalam hal tersebut Andy Gunawan selaku kabapas kembali mengevaluasi kinerja tim Pokja WBK menuju penguatan tim wbk bapas Watampone.

"Jadi ini penting menjadi perhatian kita bersama, tim penilai internal akan melihat kinerja kita. Baiknya kita persiapkan data dukung dan presentase satker kita kedepannya" ujar Andy Gunawan disela-sela diskusi

Telah diketahui sebelumnya WBK merupakan gelar yang diberikan kepada satker dengan predikat terbaik dari berbagi wilayah di Indonesia. Wilayah bebas korupsi (WBK) Sendiri merupakan predikat yg diriah dengan berbagai tantangan dan evaluasi mendalam untuk sebuah satker. Kaur TU Bapas Watampone syamsu Jumadi menegaskan kepada seluruh Koord tim Pokja untuk bekerja dan mempersiapkan diri menghadapi tim penilai

"Breefing ini penting untuk menata ulang hasil kerja kita. Dan teman-teman khsususnya Koord tim Pokja harus serius dalam menangani ini"turut Syamsu Jumadi kaur TU Bapas Watampone.
Sampai berita ini diturunkan perbaikan dari berbagai sektor terus dilaksanakan Bapas Bone demi menuju satker WBK
Share:

Tingkatkan Pengawasan klien asimilasi, Bapas Bone jalin koordinasi dengan Kepolisian


Balai pemasyarakatan kelas II Watampone melaksanakan kegiatan koordinasi dan konsultasi bersama pihak kepolisian polres bone dalam rangka pengawasan klien asimilasi rumah di wilayah kerja bapas Watampone. Dalam koordinasi tersebut turut hadir kasat intel polres bone Harmin, Kepala Bapas Watampone Andy Gunawan, Kasubsi BKD Baydawi dan KAUR TU Syamsu Jumadi.
“Jadi, dari Bapas Bone kami memilik 83 klien yang sudah diasimilasikan dirumah masing-masing dengan pengawasan yang terus berjalan dari PK Bapas kami” tutur Andy Gunawan di sela sela diskusi

Koordinasi antara Bapas Watampone dan pihak Polres Bone merupakan tindak lanjut dari kerjasama dalam rangka pengawasan klien asimilasi. Hal ini juga tidak terlepas dari upaya pencegahan pengulangan tindak pidana dari klien asimilasi. Ditengah-tengah diskusi, Kasat Intel Polres Bone Harmin, turut menjelaskan peran serta Polri dalam pengawasan klien asimilasi.

“Kami dari pihak kepolisian tentu akan senantiasa menjalin koordinasi dengan pihak Bapas, apalagi data-data klien sudah jelas 83 orang, maka ini menjadi data penting kami untuk melaksanakan pemantauan dan pengawasan kepada klien dengan tetap menjalin koordinasi bersama-sama. Hal ini tidak lain untuk menjaga agar suasana tetap kondusif selama masa pandemic dan seterusnya” tutur Harmin Kasat Intel Polres Bone

Telah diketahui sebelumnya bapas watampone telah melaksanakan pengawasan kepada 83 klien asimilasi di wilayah Bone pasca pembebasan melalui program asimilasi dan reintegrasi  dalam rangka penanggulangan dan pencegahan covid-19 di area lapas dan rutan berdasarkan permenkumham nomor 10 tahun 2020 dan keputusan menkumham no 19.PK.01.04 Tahun 2020.
Share:

Bapas Watampone laksanakan perintah kakanwil, Beri perhatian kepada klien asimilasi



Sebanyak 65 klien asimilasi dari lapas watampone mendapatkan bantuan berupa pemberian sembako. (04/05/2020). Pemberian sembako ini tidak terlepas dari kerjasama Lapas Watampone dan Bapas Watampone bersama dengan pemerintah kabupaten bone Sulawesi selatan.

Bupati Bone menuturkan bantuan ini murni kepedulian para ASN lingkup Pemda Bone. "Semoga bermanfaat dan meringankan beban di tengah pandemi covid-19″ kata Bupati Bone.

"Harapan kita ke depannya mantan narapidana hendaknya dapat meningkatkan kehati-hatian dalam berbuat sesuatu dan tidak berbuat hal yang merugikan pribadi dan keluarga" Ungkap bupati bone

Ditemui terpisah oleh tim humas, kabapas Watampone andy Gunawan turut memberikan pernyataan terkait pembagian sembako kepada klien asimilasi


"Pembagian sembako kepada 65 klien asimilasi merupakan tindak lanjut kami dari arahan kakanwil beberapa hari yang lalu. Yakni bagaimana tanggungjawab kami kepada klien agar memastikan mereka berada pada pola hidup yang baik dan tidak meresahkan masyarakat. Untuk itu  Wujud kerjasama kami dengan pemerintah Bone yakni memberi perhatian lebih kepada  klien selama masa Pendemik" tutur Andy Gunawan

Telah diketahui sebelumnya, Pemberian asimilasi dan reintegrasi rumah merupakan tindak lanjut dari keputusan kemnterian hukum dan ham terkait pencegahan covid 19 di area lapas dan rutan.
Share:

Link Terkait

Instagram

Bapas Watampone YouTube



Instagram

narator

Maps

Recent Posts