Penasaran dengan Inovasi Bapas watampone, Rombongan UPT Pemasyarakatan Se-Sultra sambangi Bapas Watampone



Kepala balai pemasyarakatan kelas II Watampone Andy Gunawan didampingi ketua tim Pokja pembangunan ZI Menuju WBK/WBBM Janci, dan seluruh jajaran pegawai menerima rombongan UPT Pemasyarakatan Kanwil Sultra Kamis, (04/02/2021). Rombongan studi tiru yang berjumlah puluhan orang silih berganti berdatangan untuk melihat kondisi satker Bapas Watampone yang beberapa bulan lalu meraih gelar penghargaan WBK dari KemenPAN-RB.

Rombongan pertama datang dari Bapas Kendari, Bapas Bau-Bau, dan Rupbasan Kendari. Tampak hadir kepala UPT Masing-masing satker bersama jajaran pegawainya yang ditugaskan untuk mengamati dan belajar terkait pembangunan zona integritas menuju WBK/WBBM. Pada awal kedatangan, rombongan yang diketahui akan mempelajari inovasi dan pengelolaan SDM ini disambut  dan diarahkan menuju sekretariat zona integritas Bapas Watampone.

Pada awal kesempatan, Kabapas Watampone Andy Gunawan dalam sambutannya turut bertrimakasih telah memilih Bapas Watampone sebagai tempat belajar. Andy Gunawan pun menegaskan pembangunan ZI merupakan program nasional yang bertujuan membangun pelayanan publik terbaik untuk masyarakat.

“Hal terpenting dari pembangunan ZI adalah pelayanan untuk masyarakat. Kalo dulu pelayanan berbasis tatap muka, di era virtual sekarang kita harus cerdas memanfaatkan teknologi. Dunia dalam genggaman kali ini menuntut banyak perubahan, termasuk perubahan pelayanan yang tidak mengubah substansi. Bagi masyarakat, pelayanan yang mudah dan efisien adalah pengalaman terbaik, disini kami berupaya memangkas hal-hal rumit agar masyarakat merasa nyaman. Memangkas bukan berarti menghilangkan substansi, tapi justru membuat pengawasan berjalan lebih optimal. Kami membuat inovasi berbasis android seperti Sibesse (sistem database secara elektronik), Mapoji (melapor melalui jaringan), Siruntu (sistem registrasi untuk data terpadu) dan aplikasi ini dibuat dengan biaya 0 rupiah, sebisa mungkin kami berinovasi dengan sumber daya dan anggaran yang ada” tutur andy gunawan.

Pada kesempatan yang sama Ali Akbar Syam pegawai angkatan 2017 selaku Koordinator tim Pokja Bidang Tata Laksana yang juga menginisasi aplikasi berbasis android turut memberikan penjelasan tentang inovasi yang ia ciptakan. “Jujur bapak dan ibu sekalian, kebanyakan inovasi ini lahir di luar jam kerja, bahkan ada yang lahir di warkop dari hasil diskusi dengan teman-teman. Saya mencoba posisikan diri sebagai customer, dan saya mencoba mencari cara yang membuat customer nyaman. Agar Bapas Watampone diketahui oleh masyarakat, hal yang paling utama saya lakukan adalah bagaimana informasi tentang Bapas Watampone dapat diketahui dengan mesin pencari google. Sekarang, jika bapak ibu mengetik "bapas watampone" disana akan muncul alamat, nomor handphone, jam pelayanan, profil, web instansi, media sosial youtube, facebook, instagram twiter dan ulasan konsumen. Tracking googling menjadi penting untuk sebuah instansi dan itu yang kami lakukan. dari situ kami membuat inovasi layanan berbasi android yang memudahkan masyarakat dan pegawai dengan sistem control langsung ke atasan melalui gadget. Jadi inovasi ini memudahkan masyarakat dan memudahkan pegawai dengan mengedepankan mekanisme pengawasan dari pimpinan” tegas Ali Akbar

Pada kesempatan lainnya, ditengah sharing session tampak para peserta antusias bergantian mengajukan pertanyaan kepada tim pokja ZI Bapas watampone. Salah satu peserta mengajukan pertanyaan terkait apa kunci sukses bapas watampone meraih predikat WBK. Mendengar pertanyaan peserta, kabapas watampone dengan sigap menjawab “kunci sukses sebenarnya tidak jauh dari kita, komitmen tentu harus ada, integritas menjadi keharusan karena kita hendak membangun wilayah bebas korupsi. Nah, bagaimana ini direalisasikan ? sebagai pimpinan saya membangun sistem yang tanpa disadari akan memberikan dampak langsung kepada pegawai. Misalnya, hal terkecil, komitmen tepat waktu, disini kami absensi melalui citra wajah pegawai yang terkoneksi dengan SIMPEG Kemenkumham, jika datang terlambat, maka pegawai harus mengganti sesuai keterlambatan, jika tidak sistem yang akan berbicara secara otomatis, pemotongan pendapatan. Jadi pengawasan melalui pimpinan dan sistem yang berjalan membuat semua pegawai berusaha meninggalkan zona nyaman, dan berlomba-lomba agar tidak membuat pelanggaran. Disini sebagai pimpinan saya membangun budaya kerja yang masing-masing bertanggungjawab atas apa yang dilakukan. Di sisi lain pengawasan saya sebagai pimpinan terus berjalan. dari sinilah mindset perlahan-lahan berubah hingga kami bekerjasama membangun satker ini” pungkas Kabapas.

Diakhir sharing session studi tiru, rombongan dipandu oleh duta layanan mengunjungi beberapa spot di bapas watampone yang dapat dijadikan percontohan dalam pembangunan zona integritas menuju WBK/WBBM 

Share:

No comments:

Post a Comment

Link Terkait

Instagram

Bapas Watampone YouTube



Instagram

narator

Maps

Recent Posts