Terima kunjungan studi tiru dari Bapas Makassar, kabapas paparkan inovasi unggulan



Bapas Kelas II Watampone yang saat ini tercatat memiliki gelar WBK kembali menerima kunjungan studi tiru. Kali ini rombongan studi tiru berasal dari Bapas Kelas I Makassar. Kegiatan studi tiru tersebut dilaksanakan atas dasar komitmen pembangunan Zona Integritas khususnya satker pemasyarakatan. Kegiatan kunjungan dilaksanakan Selasa, (25/05/2021)
Dari pantauan tim humas, rombongan Bapas Makassar yang dinahkodai Alfrida membawa serta anggota Tim Pokja untuk belajar langsung mengenai pembangunan ZI WBK/WBBM
"Terimakasih bapak/ibu sekalian kami datang kesini ingin mengetahui kiat-kiat yang telah bapak/ibu terapkan hingga memperoleh gelar WBK. Tentunya, Meski kami dari Bapas kelas I kami tak segan belajar ke Bapas kelas II yang saat ini bergelar WBK" pungkas Alfrida Kabapas Makassar ditengah sambutannya.
Menanggapi niatan studi tiru rombongan Bapas Makassar, kabapas Watampone Andy Gunawan memaparkan beberapa inovasi hingga perjalanan satkernya meraih gelar WBK.
"Kami di Bapas watampone kiatnya yg pertama komitmen dari pimpinan, pejabat, JFU dan JFT. Sejak awal Kami harus menyamakan persepsi pembangunan ZI. Ini dulu yang terpenting. Setelahnya kita mengupayakan sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya. Kemudian menjalin sinergi dengan institusi pemerintah hingga keluarga klien" tegas Kabapas.
Ditengah perbincangan, Salah seorang rombongan studi tiru mengajukan pertanyaan perihal inovasi yang membawa Bapas Watampone mendapuk gelar WBK, dan bagaimana memanfaatkan SDM yang ada .
"Disini kami punya 2 kelompok berdasarkan generasi. Yg pertama generasi kolonial, yg kedua generasi milenial. Kolonial ini syarat akan pengalaman, sementara milenial ini syarat akan inovasi karena melek IT. Sebagai pimpinan saya mencoba untuk menggabungkan pemikiran mereka hingga akhirnya menjadi kompak untuk bekerja bersama." Pungkas Andy gunawan.
Ditengah dialog perihal pembangunan ZI Ali Akbar Syam selaku pencetus aplikasi digital Bapas Watampone melakukan demo simulasi aplikasi digital dan memaparkan manfaat serta kegunaan aplikasi internal Bapas watampone.

"Membuat aplikasi awalnya saya berfikir menjadi pengguna layanan. Tentu customer tidak ingin biroktasi yang ribet. Nah saya membuat aplikasi dengan Memangkas birokrasi tanpa mengabaikan aturan dan SOP. Fokus inovasi kami adalah efektifitas dan kenyamanan pengguna" tegas Ali.
Setelah sekitar 3 jam berdialog perihal pembangunan ZI WBK, Rombongan Bapas Makassar kemudian diajak berkeliling dan melihat kondisi kantor Bapas Watampone, mulai dari ruangan pimpinan, ruang sdp, ruang BKD/BKA Ruang jft hingga ruang laktasi dan yankomas.

    Share:

    No comments:

    Post a Comment

    Link Terkait

    Instagram

    Bapas Watampone YouTube



    Instagram

    narator

    Maps

    Recent Posts