Sosialisasi Asesmen RR-I Dan Asesmen Kebutuhan Kriminogenik Untuk Pegawai JFT Bapas Kelas II Watampone




Watampone, 03 Januari 2022

Bertempat di aula Bapas Kelas II Watampone jajaran pegawai Jabatan Fungsional Tertentu (JFT), yaitu Pembimbing Kemasyarakatan dan Asisten Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Kelas II Watampone mengikuti sosialisasi Keputusan Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum RI Nomor ; PAS-31.OT.02.02 Tahun 2021 tentang Sosialisasi Instrumen Asesmen Risiko Residivisme Indonesia dan Instrumen Asesmen Kebutuhan Kriminogenik bagi Narapidana dan Klien Pemasyarakatan Versi 02 Tahun 2021. Dalam kesempatan ini Pembimbing Kemasyarakatan Pertama, Abdul Ghafur memberikan materi sosialisasi tentang pembaharuan dan penambahan instrumen dari Assesment RRI. Assessment Risiko dan Assessment Kebutuhan Kriminogenik yang dilaksanakan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan Klien Pemasyarakatan yang melakukan tindak pidana umum dan tindak pidana khusus (kecuali tindak pidana asusila, KDRT, korupsi dan terorisme karena diperlukan assessment lanjutan dengan menggunakan instrumen asessment yang khusus agar validitas penilaian lebih dapat dipertanggungjawabkan). Instrumen Assessment Risiko (Risiko Residivis – Indonesia (RR-I)) dan Assessment Kebutuhan (criminogenic) Indonesia hanya diperuntukkan bagi WBP/klien pemasyarakatan sebagai objek penilaiannya.


Assessment diharapkan dapat memudahkan PK dalam melaksanakan tugas pembimbingan sehingga dapat mencegah pengulangan tindak pidana yang menjadi tolok ukur berhasil tidaknya bimbingan yang dilaksanakan oleh Bapas sehingga membantu percepatan revitalisasi pemasyarakatan Melalui Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 35 Tahun 2018 tentang Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan, jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan HAM bertekad melakukan akselerasi (percepatan) revitalisasi pemasyarakatan. Dalam peraturan Menkumham tersebut diatas, revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan adalah upaya mengoptimalkan penyelenggaraan pemasyarakatan sebagai bentuk perlakuan terhadap tahanan, WBP, dan klien serta perlindungan atas hak kepemilikan terhadap barang bukti. Revitalisasi meliputi pelayanan tahanan, pembinaan WBP, pembinaan klien, dan pengelolaan barang rampasan dan benda sitaan. (HumasBapasWatampone)

Share:

No comments:

Post a Comment

Link Terkait

Instagram

Bapas Watampone YouTube



Instagram

narator

Maps

Recent Posts